opini Muh. Fadlun 05 Nov 2025 62 Views
opini
Muh. Fadlun
05 Nov 2025
62 Views
IPM.MAKASSAR.OR.ID Sebagai seorang yang menjadi bagian dalam pergerakan pelajar, saya melihat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan intelektualitas generasi muda Muhammadiyah. Namun, saya juga melihat adanya tantangan yang perlu segera diatasi agar IPM tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan pelajar di era modern ini.
Fondasi Utama Kemajuan IPM : Riset dan Kolaborasi
Maka salah satu kelemahan utama IPM adalah kurangnya riset yang mendalam dan kolaborasi yang efektif. IPM seringkali terjebak dalam rutinitas organisasi tanpa memahami secara komprehensif apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pelajar.
Riset menjadi penting karena riset yang baik melatih kita untuk jujur. Jika ada hal baik perlu disampaikan dan jika ada hal buruk, juga tidak boleh ditutupi. Itulah riset, itulah gerakan ilmu. Dari riset pula-lah kita dapat meminimalisasi kebingungan, riset ibarat pembuka jalan bagi kita untuk memahami dan “menguasai†dunia. Kolaborasi lintas struktur dan pihak eksternal juga dibutuhkan untuk memperluas jangkauan dan dampak IPM.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an, surat Al-Hujurat ayat 13:
يَا أَيّÙهَا النَّاس٠إÙنَّا خَلَقْنَاكÙمْ Ù…Ùنْ ذَكَر٠وَأÙنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكÙمْ Ø´ÙØ¹Ùوبًا وَقَبَائÙÙ„ÙŽ Ù„ÙØªÙŽØ¹ÙŽØ§Ø±ÙŽÙÙوا Ûš Ø¥Ùنَّ أَكْرَمَكÙمْ عÙنْدَ اللَّه٠أَتْقَاكÙمْ Ûš Ø¥Ùنَّ اللَّهَ عَلÙيمٌ خَبÙيرٌ
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Ayat ini menggarisbawahi pentingnya saling mengenal dan bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Maka, sudah saatnya kita berkolaborasi, kolaborasi dapat dilakukan dengan struktur di atas maupun di bawah pimpinan tempat kita bernaung, dapat pula dilakukan dengan struktur setingkat. Selain itu, kolaborasi dengan pihak di luar IPM juga tak kalah penting untuk digencarkan.
Baik dalam agenda aksi, perkaderan, keorganisasian, pelatihan, diskusi, atau bentuk apapun yang dapat mendukung IPM tetap bertahan bahkan memperluas jangkauan dakwah dan gerakannya.
Membangun Citra IPM yang Menarik
Hal lain yang di rasa penting bahwa IPM perlu berinvestasi dalam branding untuk meningkatkan citra dan daya tariknya di mata pelajar. Branding bukan sekadar membuat logo yang bagus atau tagline yang keren, tetapi juga tentang membangun identitas yang kuat dan menyampaikan pesan yang relevan.
IPM harus mampu menunjukkan bahwa organisasi ini adalah tempat yang asyik, inspiratif, dan bermanfaat bagi pelajar. Dengan demikian, IPM akan mampu menarik minat lebih banyak pelajar untuk bergabung dan berkontribusi.
Perkaderan Perlu Menciptakan Pengalaman yang Menyenangkan
Kita ketahui bersama bahwa perkaderan adalah jantung dari IPM. Namun, perkaderan yang efektif bukanlah perkaderan yang membosankan dan monoton. IPM harus mampu menciptakan pengalaman perkaderan yang menyenangkan, interaktif, dan relevan dengan kehidupan pelajar.
Teori "Push and Pull" dapat dijadikan acuan dalam merancang program perkaderan. Faktor pendorong (push factors) seperti keinginan untuk mengembangkan diri dan berkontribusi pada masyarakat perlu diimbangi dengan faktor penarik (pull factors) seperti kegiatan yang menarik, teman yang suportif, dan manfaat yang nyata bagi kehidupan pelajar. Maka ada dua faktor yang menjadikan seseorang atau sekelompok orang tertarik akan sesuatu yaitu faktor penarik dan faktor pendorong.
Sebagai contoh kasus, mengapa banyak lulusan SMA/sederajat dari berbagai wilayah se-Indonesia kuliah di daerah Jawa, Faktor pendorongnya antara lain keinginan untuk merantau, kesiapan finansial, adanya beasiswa, atau akses pendidikan di wilayah asal yang tidak sebagus Jawa dan Faktor penariknya salah satunya berkualitasnya pilihan kampus di Jawa.
Faktor penarik dan pendorong inilah yang perlu diperhatikan para penggerak IPM dalam menggelar perkaderan. Bagaimana pelajar bisa terdorong untuk mengikuti perkaderan, jika tidak merasa IPM sesuai dengan dunia mereka? Bagaimana pelajar bisa tertarik untuk mengikuti perkaderan jika yang terjadi pada proses perkaderan justru hal-hal yang kadang menyeramkan dan tidak ada dampak langsungnya bagi kehidupan mereka?
Maka, inilah yang perlu diperhatikan IPM. Konsep perkaderan yang menyenangkan perlu dipromosikan agar menjadikan IPM bukan hanya tempat anak muda menjadi aktivis, tetapi juga mendapat teman ketika di luar merasa kesepian, menyalurkan potensi-potensi mereka, bahkan menggantikan posisi keluarga jika merasa tidak nyaman dalam keluarga mereka. Inilah perkaderan yang tentu menarik dan memiliki manfaat yang konkret bagi pelajar.
Fasilitator: Kunci Keberhasilan Perkaderan
Hal yang perlu ditekankan juga terkait penekanan bahwa fasilitator memiliki peran krusial dalam keberhasilan perkaderan. Fasilitator bukan hanya sekadar penyampai materi, tetapi juga mentor, motivator, dan teladan bagi peserta.
Fasilitator harus memiliki kompetensi yang memadai, integritas yang tinggi, dan komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi peserta. IPM harus berinvestasi dalam pelatihan dan pengembangan fasilitator agar mereka mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan bahwa IPM memiliki potensi besar untuk menjadi organisasi yang unggul dan berkontribusi positif bagi masyarakat, sejarah telah membuktikan itu. Namun, potensi ini hanya dapat diwujudkan lagi jika IPM berani berbenah diri, berinovasi, dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Mungkin Anda Suka: