berita Nasrullah 27 Jun 2026 29 Views
berita
Nasrullah
27 Jun 2026
29 Views
Pada tanggal 22 Juni 2026, kelompok mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar melaksanakan kegiatan Project Fikih Hijau pada mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) IV yang diampu oleh Bapak Abdul Gafur, S.Sos., M.AP. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Inpres Tidung dengan mengangkat tema pengurangan sampah plastik melalui pendekatan Green Communication.
Kegiatan ini berangkat dari hasil pengamatan kelompok yang melihat bahwa penggunaan plastik masih menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari dan penting untuk mulai membangun kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini. Oleh karena itu, kelompok memilih melakukan kampanye yang tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga melibatkan siswa secara langsung agar pesan yang diberikan lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan perkenalan dan penyampaian tujuan kegiatan kepada siswa. Setelah itu, kelompok menyampaikan materi mengenai sampah plastik, dampaknya terhadap lingkungan, serta langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaian materi, kelompok menggunakan bahasa yang sederhana dan menyesuaikan dengan usia peserta agar pesan dapat diterima dengan baik. Selain menjelaskan dampak sampah plastik, kelompok juga mengajak siswa memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.
Untuk membuat suasana lebih interaktif, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan games edukatif. Pada sesi ini siswa terlihat aktif menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan ikut terlibat selama kegiatan berlangsung. Antusiasme peserta menjadi salah satu hal yang membuat kegiatan berjalan lebih hidup dan komunikatif.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi siswa, kelompok juga memberikan hadiah kepada peserta yang aktif selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih menyenangkan sehingga siswa lebih mudah memahami pesan yang disampaikan.
Setelah sesi edukasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih bersama yang melibatkan mahasiswa, siswa, dan guru. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penerapan langsung dari materi yang telah diberikan sebelumnya. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk melihat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya dipahami secara teori, tetapi juga perlu dilakukan melalui tindakan nyata.
Berdasarkan pelaksanaan kegiatan, respon yang diberikan oleh siswa dan pihak sekolah menunjukkan hasil yang positif. Siswa terlihat aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari sosialisasi, tanya jawab, hingga aksi bersih-bersih bersama. Dukungan dan keterlibatan guru juga membantu menciptakan suasana kegiatan yang lebih tertib dan interaktif.
Dari sisi jangkauan kampanye, kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa sebagai peserta utama, tetapi juga melibatkan lingkungan sekolah secara keseluruhan melalui interaksi langsung dan praktik bersama. Dengan pendekatan tersebut, pesan mengenai pengurangan sampah plastik dapat disampaikan secara lebih dekat dan mudah dipahami.
Adapun dampak yang terlihat dari kegiatan ini yaitu meningkatnya pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan sampah plastik. Selain itu, siswa mulai memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan setiap hari.
Melalui kegiatan ini, kelompok berharap pesan yang telah disampaikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi saja, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan menjaga lingkungan sejak usia dini serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Mungkin Anda Suka: